Beroganisasi itu istimewa, Bukan?

Beroganisasi itu istimewa, Bukan?

Sadar atau tidak sadar, bersosialisasi dengan baik ke masyarakat telah menjadi iming-iming yang ingin di miliki oleh siapa saja. Yup, kita sadar sebagai makhluk sosial, sudah menjadi kodrat bagi kita untuk saling bertukar asa, rasa dan kondisi yang saling membuat kita nyaman.

Tidak ada harapan lain, selain ingin saling menguntungkan ditiap keadaan yang terjadi pada kita. Semua proses dan kejadian bahkan menjadi saksi dan bukti yang selayaknya kita pertimbangkan untuk siapa dan kepada siapa kita ingin berlabuh. Itu, sulit kita raih.

Miniatur kehidupan dan ranah kerja untuk belajar bersosialisasi dengan masyarakat akhir-akhir ini semakin populer dan dipopulerkan oleh pemuda itu sendiri.

Popularitas itu mulai muncul sejak masa reformasi, berbagai eksistensi pemuda di munculkan dengan bergabung pada sebuah kelompok untuk saling berdiskusi dan mengutarakan ide-ide positifnya.

Rasa persatuan diantara mereka begitu kuat, seolah tak ada yang lebih hebat dari mereka. Dan, benar mereka adalah yang terhebat sebagai generasi penerus dengan bermacam karakter dan cara bersosialisasi yang berbeda-beda.

Bahkan, kadang kekuatan kelompk mereka dijadikan sebagai alat untuk memanipulasi sebuah kondisi, yang pada akhirnya merugikan dan sesekali menguntungkan bagi mereka.

Kebebasan mengutarakan pendapat yang muncul pada undang-undang setelah runtuhnya rezim kala itu,  membuat mereka semakin berada diatas angin. Peluang akan bergerak dan berkolompok lebih luas, mereka leluasa untuk saling baradu ide, taktik dan strategi untuk memenangkan kelompoknya.

Organisasi, itulah yang mereka kejar. Mereka berebut jabatan, demi eksistensi dan menjadi yang utama dalam sebuah rumpung yang menurut kelompoknya Hebat.

Saling mendukung dan menjatuhkan terjadi disaat yang bersamaan, penuh misteri dan itulah strateginya, memecahkannya untuk dianggap sebagai pahlawan dan penyelamat budaya dari hanya sistem yang sebenarnya mereka buat. Kadang, mereka lengah, hingga tak sadar bahwa taktiknya jauh-jauh telah kalah, prosesnya yang akan disalahkan? Tidak, itu pembelajaran dan pengalaman yang luar biasa.

Silit dimengerti, yup. Itulah organisasi zaman sekarang. Ada yang bergerak untuk eksistensi semata, mencari popularitas, bergerak untuk bermanfaat, aksi nyata dan semua jenis yang menyatakan diri untuk berkolompok dan menyusun sebuah tujuan yang positif.

Iya, tujuannya memang positif. Tapi, kadang kita luput, meraih tujuan itu, ada banyak yang sibuk dengan proses/sistem yang terjadi. Dia lupa, bahwa proses ini adalah cara yang di tempuh untuk meraih tujuan organisasi.

Tidak sedikit yang berpikiran dan terlena dengan situasi semacam itu, wajar saja. Organisasi-organisasi yang muncul kadang adalah back up dari munculnya isu untuk "tujuan tertentu"

Memilih jalan untuk berorganisasi memang patut diacungi jempol, analisis yang kuat tidak hanya menghasilkan kesimpulan tunggal semata, organisasi adalah proses mereka belajar menganalisis untuk menciptakan setiap bagian dari peran yang dijalaninya.

Istimewa, lebih tepatnya. Hanya itu yang pas menurutku. Berorganisasi itu istimewa, bukan?

Sebab membuat kita bingung, dan kebingunan itu adalah proses analisis yang menghasilkan analisis yang beragam. Simpulkan dan nikmati hasil ala sistem organisasi yang kamu buat.

Previous
Next Post »
Thanks for your comment