RIYAD : The a Team

*RIYAD

4 tahun yang lalu, kami adalah tim yang berjuang melawan bullyng, berjuang belajar demi prestasi, berjuang ditengah keterasingan bahasa. Kami berasal dari berbagai daerah yang berbeda-beda, kami berbeda dengan yang lainnya (itu yang menjadi identitas kami).

Hingga saat ini, beragam hal telah kita lewati, berubah pada berbagai hal, kita semua telah sibuk, hingga kadang lupa untuk bersua di tengah kerinduan.
Namun, rasanya tak mungkin lagi kita bertemu lengkap, seperti mereka yang mengatakan dirinya sahabat, menobatkan dirinya untuk saling mencinta.

RIYAD tetap RIYAD, walau salah satu dari kami tak mampu lagi mewujudkan mimpinya. Iful.... Kami yakin kamu telah tenang di alam sana, kami berempat akan melanjutkan perjuangan ini untuk mimpi yang telah kita bangun bersama.
Kami yakin, kami akan berusaha semampu kami (kesuksesan kami semua adalah kebahagian kita semua).
Bismillah...

Kembali bernostalgia, RIYAD adalah sebuah nama dari singkatan nama kita berlima, pagi, siang hingga malam tanpa kendaraan, kami menyisiri kota kecil tempat kami menuntut ilmu.

Mencari sebuah makna tentang menjadi siswa yang rajin belajar, siswa yang berprestasi dan siswa yang unik dari yang lainnya. Unik dari segi penampilan, cara berkomunikasi hingga prestasi yang kami raih.

Kadang, diantara kami ada yang saling berseteru, saling mencaci, bahkan hendak memutuskan tali silaturahim diantara kami. Namun, semua itulah yang membuat kami semakin dinamis dalam berteman.

Kalau orang bijak berkata "semua yang kita alami adalah anugrah dari tuhan, untuk itu perbanyak syukurlah kepada-Nya". Maka hampir semua masalah dan pengorbanan yang kami alami, kami nikmati dan kami kenang sebagai sebuah kisah tentang lima anak muda yang akan mewujudkan mimpi-mimpinya.

Dulu, kami sangat yakin bahwa kelak berlima kekuatan kami tak tertandingi, kami sering berangan-angan tentang mimpi yang kami kejar, sesekali kami berdalih bahwa apa yang kami pikirkan adalah hal-hal gila, tetapi sesering itu pula kami yakin bahwa kami tidak sendiri,  kami berjuang bersama.

Hingga suatu ketika, di malam yang tak satupun dari kami yang saling tau berkabar, kami salig sibuk atau lebih tepatnya tidak ada waktu untuk bertemu. Yah, kami masing-masing disibukkan dengan tuntutan tugas kuliah yang harus segera dituntaskan.

Kami tidak sadar, sudah lama kami tidak bertemu, sudah lama kami menyimpan rindu untuk bersama tertawa membahas hal tak berguna lainnya yang membuat tawa lepas diantara kami, menghilangkan beban, plon dan kosong, kira-kira seperti itulah perasaan kami ketika ngumpul lengkap.

Dan, malam itu saya dikagetkan dengan sebuah pesan pribadi salah seorang teman yang menuliskan belasungkawa diikuti foto profil yang dipasang seorang anak muda dengan impus mata tetutup diam pucat (akibatnya saya kurang mengenali wajahnya).

Usut punya usut, tanya sana sini via telfon dan akhirnya terjawab, kalau orang yang ada di dp itu adalah salah seorang dari kami berlima. Siapa sangka, kami bertemu lengkap itu sudah terbilang sangat lama, kami lupa kapan terakhir ketemu.

Previous
Next Post »
Thanks for your comment