Selamat Untuk Guruku Tercinta

Kuawali hari ini dengan senyum yang hangat, bangun dengan sangat bersyukur atas pencapaian yang telah kucapai hingga hari ini. Dan, semua itu tidak terlepas dari seseorang yang terus mengajari dan mendidik saya hingga mampu menuliskan kata-kata ini, seseorang itu dari dulu sampai sekarang ku sebut sebagai "Guru".

Guru, yah benar dialah orang yang membantu orang tua saya mendidik dan mengenalkan saya akan makna sebuah kehidupan  yang lebih dalam, kehidupan yang lebih jauh dan kehidupan yang lebih bermakna untuk tetap kutataki hingga kelak di ujung takdirku.

Memberiku semangat pantang menyerah untuk selalu berbuat yang terbaik, mengajariku bermimpi dan bercita-cita jauh diatas sana, mengajariku cara menyapa dan berperilaku yang santun kepada siapapun. Dialah guruku yang mengajari segala perpektif kehidupan yang kukenal hingga detik ini.

Masa bahagia, sedih, kelam, galau atau masa apapun itu, kembali kukenang hari ini, kukenang untuk capain syukur yang telah kuraih selama ini. Mengenang segala sesuatu yang membuat saya mampu berdiri begitu tegaknya, segala sesuatu yang kadang membuat saya jatuh sejatuhjatuhnya, semua kenangan itu tetap kusyukuri. Saya yakin, baik buruh sedih bahagia yang telah kulewati semua terselip makna perjuangan yang dalam. Makna tentang mengalahkan musuh, makna tentang obsesi paling depan dan makna akan selalu berjuanh demi mereka yang membutuhkannya.

Dulu, saya mulai mengenal kata perjuangan ketika ibu mengisahkan suasana pada zaman orde baru, dimana warga benar-benar berjuang untuk mendapatkan hak asasinya di mata bangsa. Kala itu umurku sekitar 5 tahun, belum cukup umur untuk sekolah. Tetapi, ibuku mengenalkanku akan sebuah perjuangan tentang menataki jati diri yang sebenarnya, ibuku adalah seorang pejuang. Berjuang demi keluarga, anak dan suaminya.

Suami ibuku yang juga adalah bapak kandungku, selalu menghadpkanku pada realita yang ada dikeluarga kami. Jika ibu bercerita tentang perjuangan, maka bapakku mengajkku merasakan langsung tentang bagaimana yang dimaksud perjuangan.

Ibu dan bapakku adalah guru sejati bagiku. Dan, semua yang membantu visi ibu dan bapakku tidak lepas dari peran "guru" disekolah yang membantu proses pencapaian yang telah kuraih sanpai saat ini.

Untuk itu, hari ini 25 November 2016 kuucapkan selamat untuk guruku, semua orang bergembira, bersorasorai merayakan harimu, beragam kegiatan pun dilakukan untuk memperingati jasamu selama ini. Benar kata pujangga, kau adalah pahlawan tanpa tanda jasa.

Kamu bekerja untuk mencerdaskan kami, kami yang kadang nakal, melawan bahkan tidak sedikit dari kami yang berani membentakmu. Maafkan kami guru, itu semua karena kami belum paham, kami masih belajar.

Saya mohon engkau tetap menjadikan kami sebagai muridmu, tetap dan selalu hingga nanti. Terima Kasih Guruku.

Selamat Hari Guru
25 November 2016

Previous
Next Post »
Thanks for your comment