Hujan, Kopi, Rindu dan Kamu

Aku menghabiskan hari liburku dengan bermalas-malasan di kamar, menyelimuti diri dengan selimut tebal yang sering menemaniku.

Aku hanya akan terus berada disini, di tempat persembunyian paling aman selama hujan mengguyur bumi. Namun 15 menit kemudian aku merasa bosan berada disini, aku memutuskan keluar untuk mencari secangkir kopi panas untuk menghangatkanku.

Yang perlu kamu tahu selain hujan, kamu juga membuatku merasa dingin. Hujan tidak hanya membawa air dan meninggalkan genangan, tetapi hujan juga membawa kamu dalam bentuk sebuah kenangan.

Yah.. bisa kukatakan bahwa aku merindukanmu.. Secangkir kopi hitam yang berada di depanku selalu menemaniku dalam mengenangmu.. aromanya yang begitu kuat membuatku ingin terus menghirupnya semakin dalam.

Disini aku bisa mengenangmu lebih dalam, bisa melihatmu bahagia dengan gadis lain yang membuat kita terpisah dan mengakhiri hubungan ini. Aku tidak menyalahkannya atas perpisahan kita, aku hanya bersyukur bahwa dia bisa membuatmu lebih bahagia daripada aku.

Kopi ini masih sama dengan yang kemarin, masih pekat dan pahit, aku tak pernah memberikannya gula karena aku suka kopi hitam yang pahit sama seperti kita. Menambahkan gula dalam kopi bukanlah keahlianku, sama halnya dalam membuat kamu bahagia, sama sekali aku tidak ahli.

Bayang-bayangmu sama sekali tak mau pergi dari hadapanku, ini masih sangat menyakitkan walau kita sudah lama berpisah, membayangkanmu lebih bahagia dengannya membuatku tersiksa. Tapi itu tak masalah karena itu semua adalah urusanmu setelah kita berpisah. Aku hanya sedang berusaha menikmati semua ini, mengenangmu dan merindukanmu dalam secangkir kopi hitam.

Aku memutuskan untuk pulang dan memilih untuk meninggalkanmu bersama ampas kopi yang masih tersisa di dalam cangkir itu, karena aku tahu ampas itu hanya sebagian kecil dari kopi hitam yang tak pantas untuk aku minum, begitupun juga dengan kamu, kamu hanya sebagian kecil dari hidupku yang tak perlu lagi ku bawa pulang melainkan untuk kusimpan di dalam kenangan indah dalam hidupku.

Hujan, kopi, rindu dan kamu. Sebuah paket komplit yang bisa aku nikmati dalam satu waktu.

Anonim
(Gadis Manis)

Previous
Next Post »
Thanks for your comment