Sebuah Harapan

"Aku tau siapa aku, kamu dan kita
Untuk itu aku lakukan demi atas nama perasaan, hati dan kasih sayang" ~ bukan yang lain.

•○●

Bukan ingin melewati apa yang kau anggap privasi,
Bukan tidak percaya apa yang kamu lakukan,
Bukan ragu, dan bukan pula tentang idealismemu. Aku hargai itu.
Tapi,
Ini tentang belajar saling mengerti,
Iya memang, sesekali kadang luput tentang komitmen yang telah dibuat. Itu wajar sebagai insan yang berperasaan.

Jadi, apakah seperti ini yang kamu mau?
membuka ruang untuk terpisah? lalu entah akan apa yang terjadi setelahnya?

atau kamu akan menghapus itu lalu kembali tersenyum hingga merasakan senyum dengan sumringahnya yang membahagiakan?

ataukah kamu akan berdiri dan berkata "ini adalah proses untuk mendewasakan diri" aku mampu mengatasinya dan menjadikannya lebih indah dari biasanya. entahlah. hanya kamu dan tuhan yang tau.

semua pengharapan ada padamu, iya padamu.
hanya kamu,

Sebab aku hanya mampu tersenyum atas tingkahmu,
mencoba mengerti makna akan saling memahami hingga meyakini.

Meyakini satu samalain.
Bersua tanpa batas,
Terseyum tanpa paksaan,
Tertawa terhibur karena nyaman.

•○●

Previous
Next Post »
Thanks for your comment