Perasaan? Aku Padamu

Bercerita tentang perasaan, bercerita tentang sesuatu yang kadangkala menyakitkan dan kadangkala juga sebagai penawar kesakitan. Ia seperti sesuatu yang yang berbentuk namun sulit untuk di jelaskan bentuknya, sulit untuk diukur dan tidak akan mungkin untuk dilihat.

Ia membuatku bingung, perasaan itu kadangkala timbul untuk hanya sekedar menyapa, lalu ia redup dan aku tak mampu menganalogikannya lagi. Ia begitu sederhana menurutku, sesuatu yang cukup di ucapkan, dan - selesai. Tapi rupanya ia tak sesederhana itu, ia menyimpan banyak rahasia, rahasia tentang rasa.

Perasaan? Ia aku makin bingung jika harus memaknainya dan menjelaskan itu padamu, sebab aku tak mampu mendefenisikannya sesuai, seperti persis yang kamu mau.

Perasaan? Iya benar.. Ia ada. Tapi kuanggap ia sebagai pelengkap hidup dan anugerah yang diberikan tuhan. Ia begitu sempurna menurutku, membuatku tak dapat berbuat apa-apa selain menuruti apa yang ia inginkan.

Tetapi,
Sesekali "perasaan" ini menjadikan semuanya indah, lebih indah dari kisah hidup manapun. Sebab ia menawarkan tentang kebahagian yang panjang, kebahagiaan yang hakiki dan tentang masa depan.

Perasaan, ia adalah aktor dalam kisah hidupku ini. Ia adalah pemeran utama, ia adalah titik kesuksesan untuk menentukan kemana "rasa" ini akan berlabuh. Ia adalah segalanya, seringkali kuberitahukan pada siapapum yang dekat denganku. Bahwa "perasaan"ku tidak lebih jauh, tidak lebih baik, dan tidak lebih buruk dari apa yang kamu rasakan.

Sebab ia "perasaan" ini tercipta dari apa yang kupikir dan selalu kupikirkan. Hingga ia membentuk bagian-bagian pikiran menjadi bagian yang lebih besar bahkan sulit terkontrol. Dan inilah yang ku sebut "Rasa Kepadamu".

Rasa Kepadamu? Wkwkw

Aku Padamu "Kata Ungu".

Previous
Next Post »
Thanks for your comment