23.59 - Keberanian Berekspresi Tentang Rasa "ini"

Sebelumnya Terima Kasih Yaa...!!! Kamu perempuan yang hebat, bersamamu segalanya menjadi indah. Kamu perempuan yang luar biasa, memiliki berbagai karakter yang sulit kupahami. Kamu kadang tertawa lepas, senyum manis, dan juga kadang diam. Semua sosok perempuan yang aku minta, ada padamu.

Cerita ini kupersembahkan sebagai sesuatu yang harus kita kenang, dulu, hari dan selamanya “ Izinkan saya bercerita bagaimana rasa suka ini ada, hingga berubah jadi kagum, setelah kagum, saya mulai sayang dan karena sayang, sedikit demi sedikit kupasrahkan hidupku padamu yang ku sebut cinta.

Entah tanggal berapa kita ketemu, yang saya ingat adalah gerak-gerikmu ketika ketemu. Sok kalem, sok diam dan tidak banyak bicara. Seandainya kita seangkatan, mungkin saya akan lebih gugup menyapamu, posisiku sebagai senior menguntungkan karena itu adalah kekuatan yang saya miliki untuk memulai pembicaraan denganmu.

Entah kenapa melihatmu hari itu hati saya terasa damai, padahal kita belum kenalan, siapa namamu dan darimana kamu berasal. Karena hati ini selalu mendorong untuk memulai, yang seyogyanya saya hanya mendampingi 2 orang yang dalam pembagian itu jelas tidak ada namamu, akhirnya saya berpikir bagaimana caranya supaya pertemuan ini terus berlanjut.

Pada saat pendampingan saya terus bergeser dan pura-pura bertanya tentang bagaimana idemu dan apa yang ingin kamu tulis dikelompokmu. Teman pendamping melihatnya saya antusias mendampingi di kelompokmu akhirnya saya diarahkan untuk terus mendampingi kelompokmu.

Hari itu target saya setelah melihatmu adalah bertindak sebagai pendampingmu dan hingga acara itu selesai sore saya berhasil mencapai target itu, menjadi pendamping tulisanmu. Hari-hari berikutnya saya tidak tau bagaimana caranya bertemu dan bercakap lama denganmu. Saya tidak punya kontakmu waktu itu, untung saja kontak ketua kelompokmu saat itu ada di panitia, jadi dengan mudah saya menghubunginya untuk mengatur jadwal pendampingan selanjutnya.

Kitapun sering ketemu membahas tulisanmu, pada saat pendampingan jelas terlihat raut wajahmu, senyummu dan itu membuat saya makin suka, kagum dengan kamu. Setelah berjalan beberapa bulan pendampingan, semua itu akan berakhir. Tulisanmu sudah dikirim dan tugas saya sebagai pendamping selesai.

Disini saya tidak tau harus seperti apa lagi untuk bertemu denganmu, apa iya saya harus ngomong langsung untuk sesering mungkin bertemu dengan kamu ? entah hari itu saya belum punya rencana bagaimana supaya bisa tetap intens ketemu dengan kamu.

Nah, karena kontak ketua kelompokmu ada sama saya, akhirnya kumanfaatkan itu untuk meminta nomormu, pin BBMmu. Setelah kudapat, tanpa pikir panjang saya menghubungi, menanyakan bagaimana kabarmu ? lama tidak ketemu. Hehe. Alhamdulillah kamu meresponnya dengan sangat baik, terlebih lagi ketika kamu mulai akrab menyapa saya dengan sapaan kak yay, saya semakin gr karena tingkahmu. karena takut malah terlalu mengaggumu, akhirya kuatur jadwalku untuk menghubungimu, kuputuskan hanya menghubungimu sesering mungkin ketika malam tiba. Kuingat, paling sering saya menghubungimu ketika saya lagi sendiri, duduk d warkop kerja tugas, baca buku dikamar.

Entah setiap sendiri yang membuat saya selalu bersemangat adalah dapat kabar darimu, dapat senyum walau itu via chat, sayapun akhirnya memberanikan diri untuk mengajakmu keluar, tapi beberapa kali rencanaku gagal, karena setiap ingin kutanyakan kamu kapan free, belum lagi kutanyakan kamu sudah punya jadwal dan sangat terbatas untuk keluar malam.

Akhirnya beberapa kali juga saya gagal ngajak kamu keluar, tapi saya gak menyerah saya yakin jika saya bersungguh-sungguh nanti saya akan punya waktu yang lama bersamamu (dalam hati).

Pergantian tahun pun semakin dekat, kira-kira sebulan lagi. Hehe tapi saya sudah berencana untuk dan harus mengajakmu keluar pas tahun baru itu. Akhirnya kuajak kamu sebulan sebelumnya, kamu bilang saya belum punya rencana kemana-mana. Kupertahankan itu, berdoa agar kamu bisa. Terus setiap hari menghubungimu dan sesekali menanyakan kesedianmu keluar bersamaku, kuharap saat itu kamu tidak bosan dengan tingkahku.

Tanpa butuh waktu lama, penghujung tahun itupun sudah didepan mata. Kamu bilang iya jemput saya yaa di rumahnya temanku (teman kelasmu) karena takut diliat sama bapakmu. Hehehe. Dengan perasaan senang, sayapun merasa sangat beruntung setelah hampir 20 tahun akhirnya saya bisa jalan sama cewek di tahun baru. Haha gak lebay nih bro yah :P

Dan alasanku keluar dari gerombolan teman-teman adalah rapat sebentar, yah rapat. Rapat = ketemu kan?  haha.

Sayapun pergi dan menjemputmu, diperjalanan saya berusaha semaksimal mungkin tidak gugup berbicara dengan kamu. Walau sebenarnya sumpah gila. Degdegan saya bro :D

Kita berangkat bersama dan bertemu dengan teman-temanku, kamu mungkin kesal atau bahkan marah pada saat itu. Saya benar-benar pusing, berharap semoga saja kamu gak marah dan gak mau lagi bertemu dengan saya. Yey ternyata betul saya liat kamu menikmatinya. Setelah selesai kita berangkat ke rumah teman saya, sebenarnya ini mendadak kita cuman ingin mau gila-gilaan disana. Yang paling buat saya merasa diatas angin, semua kamu iyakan malam itu, seperti malaikat rasanya.

Tapi disamping itu saya berpikir apa iya karena kita lagi sama senior-senior ? kalaupun iya semoga itu hanya efek. Dan tak disangka tanpa direncanakan ternyata kita jalan kaki yang jauhnya minta ampun, huh. Sekitar 5 km mungkin yahh ? hahaha saya benar-benar liat kamu kecapean malam itu. Maafkan saya yah. Huhu.

Setelah melihat apa yang terjadi disana. Haha petasan begitu. Disana kuberanikan untuk dan harus foto dengan kamu, walaupun kutau kualitas kameraku saat itu jauh dari harapan untuk menangkap blir-blur petasan di belakang kita.

Namun, bukan itu intinya sebab di pergantian tahun ini saya hanya ingin menggengam tangan orang yang saya sayangi. Jadi bukan hanya untuk nyebrang yahh,udah direncanain bro :P hahaha.

Kita berbalik arah dan pulang berjalan sama jauhnya seperti yang kita tempuh tadi, karena semua orang sudah pada mau pulang malam itu kita berdesak-desakan. Sampai-sampai saya liatnya kamu sangat lelah, sekali lagi maafin saya yah.

Kita berjalan berdua, dan daritadi saya melirik-lirik dimana teman saya yah ? hahaha sumpah malu juga saya ternyata. Setelah saya gak ngeliat mereka kuberanikan diri untuk meraih tanganmu dan kugenggam dengan seerat-eratnya (dalam hati tidak akan kulepas selamanya). Ssep tanganmu akhirnya saya genggam dan terus saya genggam, dan benar saat saya genggam, saya benar-benar merasa orang yang paling beruntung hidup, saya terasa damai, terasa lebih berarti dari sebelum-sebelumnya. Ada banyak yang saya bayangkan tetang masa depan saat menggengammnya, sambil ngobrol dijalan plus hati yang degdegan.

Rencananya setelah dilihat dari teman, genggamannya akan saya lepaskan, tetapi entah kenapa dilihat mereka malah saya rasa tambah nyaman dan gak mau ngelepasin. Sumpah kali ini saya merasa gentle banget. Huhuhu

Dalam genggaman itu saya berencana mengungkapkan apa yang saya rasakan, tapi baru saja saya ingin bertanya apa yang kamu rasakan, kamu jawabnya biasa saja. Tapi terus kulanjutkan dengan bertanya apa yang kamu rasakan dan aku nyaman dengan seperti ini. Tiba-tiba kamu sentakkan tanganmu dan melepaskan tanganku. Sesaat saya merasa duuh saya salah ucap, gimana nih bro ? akhirnya saya berusaha, dan berpikir mungkin kamu malu yaa. Haha sama aku juga :P dalam pikirku malam ini saya harus kasi tau kamu, kasi tau tentang perasaanku. Itu targetku :D

Setelah selesai berbincang-bincang dengan mereka, akhirnya kita semua pulang pukul 02.00 semakin dekat. Rupanya saya laki-laki jahat yang membawamu keluar sampai larut malam seperti ini. Hahaha Maafkan saya yah.! Karena saya telah berniat malam ini kamu harus tau perasaan saya yang sejak zaman dahulu kala :D maka di jalan saya selalu berpikir apa iya sambil naik motor saya bercerita, tidak ntar dibilangnya tidak sopan atau bagaimana. Apa mungkin saya singgah disuatu tempat dan ngobrol ?uh tidak kamu kan capek selebihnya mungkin gak terlalu dengar kalau saya mau bilang sesuatu. Karena terlalu lama berpikir, akhirnya kita sampai didepan rumahmu. Pikirku “[kusebut namaku] dia belum masuk rumah katakan cepat, dengan nada terputus-putus kukatakan itu didepanmu.
○●○●○●
Akhirnya lega setelah mengatakan apa yang saya rasakan, sekarang kamu tau [kusebut namaku] menyerahkan cintanya padamu. Kamu malah balik bertanya, sejak kapan? Sumpah saya gak tau jelasin pake kata-kata, tetapi saya selalu berusaha tampil semaksimal mungkin untuk tau itu, kujawab seadanya.

Setelah itu saya balik bertanya, bagaimana dengan kamu? Kamu senyamsenyum bagaimana begitu, sumpah susah banget ditebak :D  Tapi saya butuh kepastian malam itu, dan kepastian yang akan kamu berikan nanti besok katamu sambil tersenyum. Sebenarnya gak cukup memuaskan tapi melihat senyum tulusmu, maka saya jawab iya saya tunggu yaa!.

Dan kamu pun masuk rumah, saya juga balik kerumah untuk ketemu dengan teman-teman lagi. Sampai saya gak bisa tidur dibuly habis-habisan sama mereka. Hahaha tapi ntah kenapa saya menikmatinya kok.

Pagi esoknya, saya berencana ke daerah dan pagi itu ku bangun dengan senyum, perasaan yang damai dan siap-siap berangkat ke daerah. Setelah semuanya siap saya menghubungi beberapa teman yang mau ikut, rupanya 2 teman saya mau ikut, ku tunggu dulu mereka. Setelah mereka sudah siap kita ketemu di kosnya bagian gowa dan berangkat ke daerah bersamaan.

Diperjalanan yang saya ingat hanya genggaman semalam, kamu dan senyummu. Sesekali di motor tersenyum mengingat hal semalam, wuh [kusebut namaku] bisa yah sekarang ngomong-ngomong cinta.

Hahaha Singkat cerita saya pun sampai di daerah sekitar jam 8 malam, tak lupa kukabari dan kutanyakan hai bagaimana ? jawabmu 23.59. Sumpah malam itu capek banget dan kamu bilang 23.59 akhirnya saya cari cara dengan ngajak teman saya ngobrol hingga mereka gak tidur sampai pukul 23.59. akhirnya saya berhasil, tepat pukul 23.59 saya tunggu, menjadi 00.00, 00.01,00.02 sampai 00.30 juga belum ada kabarmu, pikirku apa bener ini jawabannya malam itu berbanding terbalik dengan malam sebelumnya, pikirku sangat gelisah, ini gimana yah? Kok juga belum di jawab.

Tetapi ini tidak mematahkan semangat saya, setelah hari minggu, saya sekarang ke balik ke makassar. Saya ngajak ketemuan karena saya benar-benar ingin tau apa jawabanmu, dan kita ketemu didepan rumahnya temanmu.

Setelah ngobrol banyak, hampir saja saya gak bisa pulang setelah kamu bilang. Maaf kak saya gak bisa saya takut. Tau gak ? saya lemas gak tau mau berbuat apa,tapi terus keberanikan diri dan berusaha meyakinkanmu kalau saya ini benar-benar sayang sama kamu, kamu jangan takut kita hadapi bersama.

○●○●
Dan jrengggggggggg kamu bilang iya kak kita hadapi bersama :* Sumpah rasanya saya mau teriak, bahagianya luar biasa, serasa ada yang nyanyi-nyanyi sambil nari-nari. Hohoho Saya lega, saya puas akhirnya kita memulai ini di hari senin tanggal 4 sekitar pukul 20an malam. Semoga ini adalah awal yang baik buat kita dalam memadu asmara kehidupan, tuhan menciptakan hambanya berpasang-pasangan. Dan saya yakin, kita adalah salah satu dari pasangan itu.

Januari 2016
•○● .....

Previous
Next Post »
Thanks for your comment