Mahasiswa Baru Punya Cerita

Melepas masa abu-abu, dan masuk ke masa dimana  orang-orang lebih kepo dari sebelumnya, mereka ingin tau segala hal, mereka peduli terhadap apa yang akan dan ingin kita lakukan atau lebih tepatnya "modus", mereka mengusik, mereka mengatur dan mereka membuat aturan. Yah, sebut saja masa itu adalah masa kuliah.

Beragam karakter dan situasi yang berbeda-beda, penuh sandiwara dan setiap tindakan memiliki makna yang tersimpan didalamnya, wow. Seperti film drama korea, sulit ditebak. Yah, sesuatu yang sebenarnya gak penting di buat-buat menjadi penting, kata-kata ilmiah yang belum pernah ku dengar mulai aku dengar di masa ini, bahkan cara berpakaian dan juga gerak-gerikku punya makna bagi mereka. Jadi, aku mulai mengenal masa kuliah yang ku ganti namanya menjadi "dunia kampus". Sebenarnya sama saja, cuman kata ini lebih asik kedengarannya, sepertinya kita akan menciptakan kisah sendiri, daerah sendiri dan aturan sendiri.

Dunia kampus, jujur saja kumulai dari rasa takut, takut disalahkan dan takut berbuat salah. Sebab, apa yang ada dalam pikiranku hanya belajar, punya teman baru, mengenal berbagai dosen, sistem pelajaran yang santai, pakaian yang tak lagi seragam dan ruangan yang lebih nyaman. "Lebih nyaman di masa sekolahku dulu" gumamku dalam hati.

Tidak hanya itu, aku yang minim terhadap Informasi terkait kampusku membuatku bingung dan semakin bertanya-tanya. Seperti apa aku kedepan dengan dunia baruku ini.

Baru saja beberapa minggu aku kuliah, aku sudah kenal semua teman kelasku, dekat dengan mereka dan mengerjakan tugas bersama-sama, bercanda riang dan jalan-jalan keliling kota adalah hal yang sering kami lakukan. Namun, semua situasi itu terpecah ketika aku mendapat masalah yang begitu hebat luar biasa dan menjadi polemik bahkan menjadi permasalahan yang kuanggap sulit kutafsirkan.

Apa masalah itu?
Jika kalian adalah seorang maba, atau sedang merasakan yang namanya maba. Kalian akan tau itu---!!!
Aku sangat terbatas, masuk kampus harus rombongan, ke perpus harus nyari waktu yang tepat - takut di liat senior. Yah, begitulah.

"Mungkin ini hanya berlaku di kampusku". Pikirku dengan berangan-jangan gimana yah kalau aku kuliah di kampus itu. Mungkin aku gak bakal dapat hal yang seperti ini -_-
Namun, setelah kutanyakan ke teman-teman beberapa kampus yang ada di Indonesia. Yah bilangnya, aku juga gitu kok. Dan bahkan ada yang lebih parah dari yang kualami [menurutku]

Kalian yang mungkin baru mengenal dunia kampus, jangan kaget yaa dengan situasi yang seperti ini. Ini bakal menjadi sesuatu yang membudaya dan entah kapan akan berakhir. Terserah kalian apakah akan terus melanjutkannya atau tidak?

Ada banyak cara agar kita bisa dekat dengan siapa saja, sama halnya ada banyak cara untuk mengakrabkan diri dengan senior dan maba. Begitupun sebaliknya.
Seperti pepatah yang mengatakan "ada banyak jalan menuju roma"
Yah tergantung kalian mau milih jalan yang mana! Ngikut senior? Atau menciptakan proses sendiri sesuai angan yang kamu dambakan?

Semua itu ada padamu sebagai seorang yang baru mengenal dunia kampus.
Tetapi, sejelek-jeleknya senior di matamu [maba] hehe. Mereka ingin yang terbaik buat kamu, yakin dan percaya. Sisa kamu yang menilai, yang terbaik menurut senior ini seperti apa?
Lagi-lagi kamu yang memilih.

Tidak ada kata doktrin dan sebagainya yang serupa, semua itu adalah hakmu.
Kamu boleh kok berpura-pura sepaham dengan mereka, toh nyatanya mereka gak bakal tau kalau kamu seperti itu.

Saranku, kuharap apapun statusmu sekarang. Milikilah komitmen, komitmen yang seperti apa. Komitmen untuk kebaikan bersama. Jangan egois dengan dirimu sendiri.

Oke bro? Sis?

Salam Mahasiswa...!!!

Previous
Next Post »
Thanks for your comment