Bagaimana Menanggapi Senior yang Rese' ?

Foto : kvltzine.com








Kata "senior" tentunya tak lazim lagi bagi seorang mahasiswa baru. Sebab seorang senior adalah panutan bagi mereka dalam menghadapi kehidupan barunya, yakni dunia kampus. Pada dasarnya setiap kampus memiliki budaya atau kebiasaan-kebiasaan yang sering terjadi dan diperlihatkan ke khalayak ramai. Namun kebiasaan tersebut berbeda-beda dari berbagai sudut pandang, terutama pada kebiasaan mahasiswanya. Seperti bagaimana seorang mahasiswa didalam kelas, dalam berkegiatan, berkompetisi dan mendidik adik kelasnya (junior).
Eh, jangan terlalu serius bacanya. Hehe
Nah, kenapa sih, junior selalu menjadi topik hangat menjelang semester ganjil ? Apa sih yang istimewa dari mereka?  Hem -_-
Layaknya seorang kakak ketika ibunya baru saja melahirkan, tentu sebuah kebahagiaan yang luar biasa karena telah mendapatkan adik baru. Iya bahagia tentunya, namun apa iya hal ini sama dengan yang dirasakan seorang senior kepada juniornya ? Hem cie bahagianya senior, mau punya adik. Wkwkw
Dan, bisa saja iya bisa juga tidak. Kenapa?  Bagaimana jika kelak juniornya adalah junior yg membangkan? Sulit diatur? pemalas? Atau bahkan benci dengan seniornya? Yah entahlah, kita cuma bisa melihat apa yang bakal terjadi.
Sekarang gini, siapapun kamu apakah kamu seorang senior atau junior yang lagi otw senior, terserah deh. Hehe. Intinya coba posisikan dirimu sebagai seorang "junior". Contoh, saya yaya, saya adalah mahasiswa baru disalah satu universitas terkemuka di Indonesia, haha misal aja jih bro, realitasnya sementara on the way . Saya baru saja kuliah di kampus ini, saya tidak kenal siapapun kecuali dosen saya. Itupun saya kenal setelah dia memperkenalkan diri di depan kelas, -_- hem ngomong apa. Haha
Singkat cerita, saya mulai memberanikan diri mengenal para senior yang hebat-hebat, yang selalu mengisi waktu luang kami di depan kelas ketika dosen lagi tidak ada. Waktu terus berjalan hingga akhirnya banyak hal yang saya dapatkan bersama para senior kece, akrab dengan mereka bahkan tertawa dan ngebully bareng mereka. Tetapi disetiap kesempatan saya selalu berusaha memposisikan diri saya sebagai seorang "junior". Seseorang yang harus mematuhi apa kata senior, hem -_- (kalaupun gak sepakat, maka dimodif ajalah biar rada-rada sepakat gitu. Hehe).
Nah, karena saya junior dan manusia juga (siapa bilang komodo ? Anjirrrr:suara sumbang. Hahaha) tentu saya punya gaya hidup dan prinsip tersendiri dalam mencapai mimpi-mimpi besar saya. Lantas bagaimana ketika hal itu bertentangan dimata para senior?  Apa yang selama ini sering kita lakukan tidak seperti yang diinginkan senior -_- yah mau gimana lagi :(
Apapun yang mereka mau dan kita lakukan, kalau saya sih nikmati aja seperti air yang mengalir disungai yang airnya jernih. Hahaha. Kenapa?  Sebab kita punya prinsip dan cita-cita, jadi fokus aja kesana. Iya tidak?
Tetapi bagaimna dengan senior yang rese'_Nya minta ampun? Maunya selalu ingin dituruti? Nyuruh kiri kanan? Memberikan tugas tambahan, nyuruh ngumpul disana disini, bilang inilah bilang itulah. Huuffftt (pake urat lagi nyuruhnya.:hahaha). Satu kata buat senior yang kayak gini "rese'" .hahaha, tapi ini sih menurut saya, kalau kamu gimana? Pasti kurang lebih sama kan?  Haha jangan boong, takut yah? Wkwkw
Nah, gimanasih cara menghadapi senior yang kayak gini?
Tenang, buat kamu calon mahasiswa atau mahasiswa baru, gini nih caranya :
  1. Jangan lupa berdoa sebelum makan. Hahaha ngaco nih :D . Tapi serius nih, kenapa bisa? Sebelum ke kampus kamu harus makan/sarapan dululah supaya gak sakit. (Ciecie perhatian banget sih :P) karena ketika kamu lapar, pasti bakal susah mencerna apa kata dosen dan juga kata seniormu. Jangan sampai dari jauh seniormu manggil2 nih, yaya yaya yayaaaaa. Tapi gak dengar juga, hem pasti mereka jengkellah (ini mahasiswa baru sudah mulai nih, awas saja nanti #dalamhati). Jadi intinya perhatikan gerak-gerik seniormu dan sarapan dulu buat cegah senior badmood. Hahaha
  2. Tau kelemahan senior. Wah kenapa? Mirip tinju aja nih mesti tau kelemahannya dimana. Hahaha. Karena ini satu-satunya identifikasi dan analisis yang bisa kita lakukan jika masih berstatus mahasiswa baru karena ruang dan waktu yang terbatas. Hal ini bisa dilakukan dari jarak jauh bahkan didalam kelas, caranya gimana?  Nah, "hindari berjalan dimana seniormu ngumpul". Lah apa hubungannya dengan kelemahan?  Iyasih ini gak sepenuhnya kelemahan tapi paling tidak ini bisa melemahkan seniormu jika tidak melihatmu. Hahaha. Serius nih, kalau dia sering liat kamu maka dia akan membaca bagaimana dan apa kelemahanmu lalu memasukimu dan mengajakmu. Wow,  maka dengan mudah mereka akan gampang nyuruh sini sana, dll. Karena?  Seniormu sering ngeliat kamu. Iya tidak?  Iyalah, mana mungkin senior nyuruh kita kalau tidak lihat kita, sms? Itupun kalau mereka tau nomormu (memang senior dukun nyuruh tanpa ngeliat. Hahaha)
  3. Setelah kamu tau kelemahan seniormu, saya sarankan diusiamu yang on the way senior, tampil seadanya aja dulu. Gak usah pake ini itu segala macam. Biasa aja, muka polos :P
  4. Keempat, selalu posisikan seniormu sebagai teladan yang terbaik. Dengan seperti itu, mereka akan canggung untuk berbuat rese' kepada kamu. Jika iya kamu buktikan bahwa saya punya prinsip tersendiri dalam menjalani hidup dan buktikan bahwa apa yang kamu lakukan lebih baik dari apa yang dilakukannya pada saat masih sepertimu.
  5. Hormati lebih dari penghormatan yang sebelumnya pernah kamu lakukan pada orang-orang, tapi dengan catatan gak berlebihan. Hahaha. Kalau berlebihan mah lebay namanya .wkwkw atau tumpah-tumpah? :D
  6. Terakhir, jangan lupa berdoa setiap kamu berurusan dengan senior. Sebab kita tidak bisa memprediksi kapan senior baik, kapan dia marah dan kapan dia rese'. Tetap berdoa setiap saat untuk kebaikanmu dan juga seniormu. Sebab jika terjadi hubungan yang lebih baik diantara senior dan junior maka kalian layak dikatakan "saudara tak sedarah".
Mungkin cuma itu sedikit catatan buat kita semua, baik anda sebagai senior ataupun junior, mari saling mengevaluasi diri, berbenah dan menciptakan sesuatu yang lebih indah dari sebelumnya.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment